Majene, 24 September 2026 — Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) menyelenggarakan Kuliah Umum dengan tema “Ternak Sehat, Produktivitas Tinggi, Pendapatan Meningkat” pada Kamis, 24 September 2026. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh peserta dari lingkungan akademik serta pemerhati bidang peternakan.
Kuliah umum menghadirkan Drh. Zainal Abidin Kholilullah, S.KH., M.Kes sebagai narasumber dengan materi “Manajemen Kesehatan Ternak Unggas”. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Program Studi Peternakan dalam memperkuat pemahaman mengenai pengelolaan kesehatan unggas yang berorientasi pada peningkatan produktivitas dan efisiensi usaha peternakan.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa manajemen kesehatan unggas perlu dilakukan secara menyeluruh melalui beberapa aspek utama, yaitu pemilihan bibit, manajemen pakan dan air minum, perkandangan, biosekuriti, serta monitoring kesehatan secara rutin. Kelima aspek tersebut perlu berjalan secara terpadu untuk mendukung kondisi ternak yang sehat dan produktif.
Selain itu, pengelolaan lingkungan kandang turut menentukan kesehatan ternak. Ventilasi yang baik diperlukan untuk mengendalikan panas, kelembapan, debu, dan gas berbahaya. Pengaturan suhu, kelembapan, kepadatan ternak, serta kondisi litter juga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan kandang yang nyaman dan mendukung kesehatan unggas.
Materi juga menekankan pentingnya biosekuriti sebagai pertahanan pertama dalam mencegah masuk dan menyebarnya agen penyakit di dalam peternakan. Penerapannya antara lain melalui pengendalian akses, sanitasi, sistem all-in/all-out, serta pengendalian hama seperti rodensia, lalat, burung liar, dan hewan lain yang berpotensi membawa agen penyakit.
Dalam sesi pembahasan mengenai program kesehatan, narasumber menjelaskan bahwa vaksinasi perlu direncanakan berdasarkan penyakit prioritas, kondisi wilayah, umur ternak, serta risiko yang dihadapi. Deteksi dini juga menjadi bagian penting melalui pengamatan tanda klinis, mortalitas, konsumsi pakan dan air, serta perubahan produksi. Penggunaan antimikroba juga perlu dilakukan secara tepat dan bertanggung jawab berdasarkan diagnosis atau anjuran dokter hewan.
Kuliah umum turut mengangkat hubungan antara kesehatan ternak dan keuntungan usaha. Kesehatan yang terjaga dapat mendukung efisiensi konversi pakan, menekan mortalitas dan biaya kesehatan, serta menjaga produktivitas sehingga berkontribusi terhadap peningkatan margin usaha peternakan.