Majene, Sulawesi Barat — Kunjungan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., ke Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) pada Sabtu, 19 Juli 2025, menjadi momentum penting bagi penguatan pendidikan peternakan di Sulawesi Barat. Kunjungan tersebut berlangsung dalam rangka kuliah umum yang dihadiri oleh mahasiswa, dosen, dan pimpinan Universitas Sulawesi Barat.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Jurusan/Program Studi Peternakan Unsulbar, Ir. Besse Mahbuba We Tenri Gading, S.Pt., M.Sc., IPP, menyampaikan aspirasi mengenai salah satu kendala utama yang dihadapi dalam proses pembelajaran mahasiswa, khususnya dalam pelaksanaan kegiatan praktikum.
Besse menyampaikan bahwa keterbatasan ketersediaan ternak sebagai media praktikum menjadi tantangan bagi Program Studi Peternakan. Mahasiswa membutuhkan media ternak secara langsung agar pembelajaran tidak berhenti pada aspek teori, tetapi juga memberikan pengalaman praktik dalam manajemen pemeliharaan, pakan, reproduksi, pembibitan, kesehatan, dan produktivitas ternak.
“Salah satu kendala kami adalah keterbatasan ternak sebagai media praktikum mahasiswa. Kami membutuhkan ternak yang dapat menjadi sarana pembelajaran langsung, sehingga mahasiswa tidak hanya mendapatkan teori di dalam kelas, tetapi juga memiliki pengalaman praktik secara nyata,” ungkap Besse dalam sesi diskusi.
Aspirasi tersebut kemudian mendapat perhatian dari Menteri Pertanian. Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan pendidikan dan pembelajaran praktis di bidang peternakan, Program Studi Peternakan Universitas Sulawesi Barat selanjutnya menerima bantuan 5 ekor kambing Peranakan Etawa (PE) pada 30 Juli 2025, yang terdiri atas 1 ekor kambing PE pejantan dan 4 ekor kambing PE betina.
Bantuan tersebut menjadi tindak lanjut yang sangat berarti bagi Program Studi Peternakan Unsulbar. Kehadiran ternak PE diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai media praktikum mahasiswa, sekaligus mendukung kegiatan penelitian, pembibitan, pengembangan teknologi peternakan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Lebih jauh, keberadaan 1 pejantan dan 4 betina tersebut menjadi langkah awal dalam pengembangan laboratorium ternak hidup (living laboratory) di Program Studi Peternakan Unsulbar. Laboratorium ternak hidup diharapkan dapat menjadi wahana pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), sehingga mahasiswa memperoleh kesempatan untuk berinteraksi dan melakukan praktik secara langsung dengan ternak.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian Bapak Menteri Pertanian terhadap kebutuhan pendidikan peternakan di Universitas Sulawesi Barat. Bantuan ini sangat berarti bagi kami karena dapat dimanfaatkan sebagai media praktikum mahasiswa sekaligus menjadi awal pengembangan laboratorium ternak hidup untuk mendukung pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Besse.
Dengan diterimanya bantuan 5 ekor kambing PE—1 pejantan dan 4 betina—pada 30 Juli 2025, Program Studi Peternakan Unsulbar memiliki modal awal untuk mengembangkan sarana pembelajaran peternakan yang lebih aplikatif dan berkelanjutan.
Bantuan tersebut menjadi gambaran nyata bahwa aspirasi yang disampaikan perguruan tinggi kepada pemerintah dapat bertransformasi menjadi dukungan konkret bagi peningkatan kualitas pendidikan peternakan di daerah.
Dari ruang diskusi pada 19 Juli, lahir langkah nyata pada 30 Juli. Lima ekor kambing PE menjadi awal bagi Program Studi Peternakan Unsulbar untuk membangun laboratorium ternak hidup dan menghadirkan pembelajaran peternakan yang lebih nyata, aplikatif, dan berkelanjutan. (Kontributor: BMWTG | Editor: Humas Fapetkan)