MAJENE, 8 Oktober 2026 — Fakultas Peternakan dan Perikanan (Fapetkan) Universitas Sulawesi Barat turut mendukung pelaksanaan Quarantine Goes to Campus yang digelar di Gedung Theater Universitas Sulawesi Barat, Rabu (8/10/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Karantina ke-149 dan Hari Ulang Tahun Badan Karantina Indonesia ke-3 tahun 2026 dengan mengusung tema “Dari Penjaga Gerbang ke Diplomasi Ekonomi Menuju Indonesia Emas.” Kegiatan bertujuan memperkenalkan peran dan fungsi Badan Karantina Indonesia sekaligus meningkatkan kesadaran generasi muda dan civitas akademika mengenai pentingnya menjaga kesehatan serta keamanan sumber daya hayati Indonesia.
Dekan Fakultas Peternakan dan Perikanan, Prof. Dr. Ir. Sitti Nurani Sirajuddin, S.Pt., M.Si., IPU., ASEAN Eng., menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan kegiatan Quarantine Goes to Campus. Kegiatan yang diketuai oleh Dr. Ir. Irma Susanti S., S.Pt., M.Si., IPM., dosen Fapetkan, ini diikuti oleh mahasiswa dan civitas akademika Universitas Sulawesi Barat. Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pimpinan Fapetkan, yakni Wakil Dekan I, Firmansyah Bin Abd. Jabbar, S.Pi., M.Si., dan Wakil Dekan II, Marsudi, S.Pt., M.Si.
Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Barat (BKHIT Sulbar), Bapak Mudakir, S.E., dalam sambutannya menegaskan bahwa kampus merupakan tempat lahirnya berbagai gagasan dan inovasi. Menurutnya, karantina memiliki peran strategis dalam mencegah masuk dan tersebarnya hama serta penyakit hewan dan tumbuhan ke wilayah Indonesia.
“Mengenal karantina merupakan bentuk nyata, mendukung pembangunan ekonomi nasional. Mari kita bangun kolaborasi dengan kampus,” ujarnya.
Beliau menyampaikan apresiasi dan terima kasih untuk rektor dan jajarannya atas terselenggaranya kegiatan ini.
Sementara itu, Wakil Rektor I Universitas Sulawesi Barat, Muhammad Nasir Badu, S.Sos., M.Hum., Ph.D., yang membuka kegiatan mewakili Rektor Unsulbar, menyambut baik kegiatan tersebut. Beliau berharap kerja sama antara Universitas Sulawesi Barat dan Balai Karantina dapat diperkuat melalui Memorandum of Understanding (MoU).
Beliau juga membuka peluang kolaborasi dalam bidang akademik, termasuk menghadirkan praktisi karantina sebagai dosen tamu. Menurutnya, kemitraan tersebut dapat memperkuat kualitas sekaligus mendukung kemajuan Universitas Sulawesi Barat.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai Biosekuriti Karantina, Pengawasan Karantina, dan Economic Tools Karantina. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan semakin memahami peran strategis karantina dalam melindungi keanekaragaman hayati sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Kolaborasi antara Universitas Sulawesi Barat dan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Barat diharapkan dapat terus diperkuat melalui berbagai program kerja sama yang konkret dan berkelanjutan.