Logo FAPETKAN UNSULBAR
Beranda › Berita › Kuliah Umum Program Studi Peternakan Unsulbar...

Kuliah Umum Program Studi Peternakan Unsulbar Bahas Strategi Peningkatan Produktivitas Ternak Perah

berita
Humas FAPETKAN
25 Juni 2026
17 views

Poster Kuliah Umum Prodi Peternakan Fapetkan Unsulbar bertema peningkatan produktivitas ternak perah.
Poster Kuliah Umum Prodi Peternakan Fapetkan Unsulbar bertema peningkatan produktivitas ternak perah.

Majene — Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan dan Perikanan (Fapetkan), Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) menyelenggarakan kuliah umum dengan tema “Peningkatan Produktivitas Ternak Perah Melalui Pemeliharaan Pedet dan Pemberian Pakan Bernutrisi” pada Rabu, 24 Juni 2026.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yakni Aan Andri Yano, S.Pt., M.Sc. (Dosen Budidaya Ternak, Universitas Sebelas Maret) yang membawakan materi mengenai Peningkatan Produktivitas Ternak Perah Melalui Pemberian Pakan Bernutrisi serta Dr. Ir. Listiari Hendraningsih, M.P., IPM. (Dosen Peternakan, Universitas Muhammadiyah Malang) yang membahas Peningkatan Produktivitas Ternak Perah Melalui Pemeliharaan Pedet.

Penyampaian materi kuliah umum tentang peningkatan produktivitas sapi perah melalui pakan fermentasi secara daring.
Penyampaian materi kuliah umum tentang peningkatan produktivitas sapi perah melalui pakan fermentasi secara daring.

Kuliah umum dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas Sulawesi Barat, Prof. Dr. Ir. Sitti Nurani Sirajuddin, S.Pt., M.Si., IPU., ASEAN Eng. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut yang dinilai sangat inspiratif karena menjadi salah satu bentuk implementasi Perjanjian Kerja Sama (PKS) sekaligus sebagai upaya memperluas wawasan dan kompetensi mahasiswa.

“Kegiatan ini sangat menginspirasi karena merupakan salah satu bentuk implementasi PKS. Kolaborasi seperti ini penting untuk memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan dan pengalaman dari para akademisi maupun praktisi di bidang peternakan,” ujar Prof. Sitti Nurani.

Sementara itu, Ketua Jurusan Peternakan, Ir. Besse Mahbuba We Tenri Gading, S.Pt., M.Sc., IPP., menyampaikan bahwa kuliah umum tersebut merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa Program Studi Peternakan.

“Kuliah umum ini merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa Peternakan di program studi kami. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan secara teoritis, tetapi juga memperoleh wawasan praktis yang dapat mendukung pemahaman mereka terhadap pengelolaan ternak perah, khususnya dalam aspek pemberian pakan dan pemeliharaan pedet,” ungkapnya.

Menurutnya, pemeliharaan pedet dan pemberian pakan bernutrisi merupakan aspek penting dalam mendukung produktivitas ternak perah. Pemahaman mahasiswa terhadap manajemen ternak sejak fase awal pertumbuhan diharapkan dapat menjadi bekal dalam mengembangkan sistem peternakan yang produktif, efisien, dan berkelanjutan.

Kegiatan ini diketuai oleh Jisril Palayukan, S.Pt., M.Pt., selaku Ketua Panitia Pelaksana. Sementara itu, rangkaian penyampaian materi dan sesi diskusi dipandu oleh Dr. Syamsu Alam Rab, S.Pt., M.Si. selaku moderator.

Sesi diskusi menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut, karena mahasiswa diberikan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan para narasumber melalui pertanyaan dan pembahasan terkait berbagai tantangan dalam peningkatan produktivitas ternak perah.

Narasumber memaparkan materi mengenai pakan dan fermentasi dalam mendukung produktivitas ternak perah
Narasumber memaparkan materi mengenai pakan dan fermentasi dalam mendukung produktivitas ternak perah

Melalui kegiatan ini, Program Studi Peternakan Fapetkan Unsulbar terus mendorong penguatan pembelajaran berbasis pengalaman serta memperluas jejaring akademik dan kelembagaan. Kuliah umum tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan kompetensi mahasiswa sebagai calon sarjana peternakan yang mampu berkontribusi terhadap pengembangan sektor peternakan di masa mendatang.

Bagikan Artikel