Logo FAPETKAN UNSULBAR
Beranda Berita Fapetkan Unsulbar Gelar PKKMB 2026, Cetak Gen...

Fapetkan Unsulbar Gelar PKKMB 2026, Cetak Generasi Unggul, Berintegritas dan Berjiwa Malaqbiq

berita
Humas FAPETKAN
07 September 2026
4 views

MAJENE – Fakultas Peternakan dan Perikanan (Fapetkan) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) selama tiga hari, Kamis–Sabtu, 13–15 Agustus 2026.

Mengusung tema “Mewujudkan Generasi Peternakan dan Perikanan yang Unggul, Berintegritas, dan Berjiwa Malaqbiq Menuju Indonesia Emas 2045”, PKKMB menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik sekaligus membangun karakter, integritas, kebersamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Tahun ini, sebanyak 130 mahasiswa baru telah melakukan daftar ulang dan mengikuti proses penerimaan mahasiswa di lingkungan Fapetkan. Mereka tersebar pada empat program studi, yakni Peternakan sebanyak 70 mahasiswa, Akuakultur 30 mahasiswa, Perikanan Tangkap 20 mahasiswa, dan program studi baru Sumber Daya Akuatik sebanyak 10 mahasiswa.

Jumlah mahasiswa baru tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya dan masih berpeluang bertambah seiring proses daftar ulang yang masih berlangsung.

Hari Pertama: Pengenalan Akademik hingga Etika Penggunaan AI

Rangkaian PKKMB dimulai pada Kamis, 13 Agustus 2026. Kegiatan hari pertama dipusatkan di Gedung Theater dan diawali dengan persiapan peserta serta seremoni pembukaan.

Suasana pembukaan tahun ini terasa istimewa karena untuk pertama kalinya Mars Fapetkan diperkenalkan dan dinyanyikan dalam rangkaian PKKMB. Kehadiran Mars Fapetkan diharapkan menjadi identitas sekaligus pemantik semangat kebersamaan dan rasa memiliki seluruh civitas akademika terhadap fakultas.

Selain Mars Fapetkan, rangkaian pembukaan diisi dengan menyanyikan Indonesia Raya dan Mars Unsulbar, tari sambutan, sambutan Ketua BEM, sambutan Ketua Panitia, hingga sambutan Dekan Fapetkan sekaligus membuka secara resmi kegiatan PKKMB 2026. Mahasiswa baru juga mengikuti pembacaan Pakta Integritas sebagai bagian dari komitmen awal mereka memasuki kehidupan akademik.

Dekan Fapetkan, Prof. Dr. Ir. Sitti Nurani Sirajuddin, S.Pt., M.Si., IPU., ASEAN Eng., menekankan bahwa kebersamaan dan kolaborasi merupakan modal penting dalam membangun fakultas dan menghasilkan berbagai prestasi.

“Segala sesuatu tidak akan terlaksana kalau tidak ada kerja sama dan kebersamaan. Jangan kita merasa besar, jangan kita merasa kecil. Jika kita bersatu, akan terjadi kekuatan yang luar biasa. Itulah yang selalu saya tanamkan di Fapetkan,” tegas Prof. Sitti Nurani.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap prestasi yang dicapai di lingkungan Fapetkan, baik oleh dosen, tenaga kependidikan maupun mahasiswa, harus berangkat dari kerja nyata yang dapat diukur dan dipertanggungjawabkan.

Setelah pembukaan, mahasiswa baru mendapatkan materi mengenai gambaran umum Fapetkan sekaligus diperkenalkan dengan dosen dan tenaga kependidikan. Kegiatan kemudian

dilanjutkan dengan kompilasi video dan pemberian penghargaan kepada mahasiswa berprestasi serta testimoni alumni.

Pembekalan akademik menjadi bagian penting pada hari pertama. Mahasiswa mendapatkan materi mengenai kurikulum dan peraturan akademik, pengenalan Sistem Informasi Akademik (SIAKAD), tata tertib kehidupan kampus, serta kode etik mahasiswa.

Menyesuaikan perkembangan teknologi dan tantangan mahasiswa saat ini, PKKMB Fapetkan 2026 juga memberikan pembekalan mengenai etika komunikasi dan penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Materi tersebut diarahkan agar mahasiswa mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijak, bertanggung jawab, dan tetap menjunjung tinggi etika akademik.

Suasana pemaparan materi akademikdan pemanfaatan teknologi kepada mahasiswa baru di Gedung Theater
Suasana pemaparan materi akademikdan pemanfaatan teknologi kepada mahasiswa baru di Gedung Theater
Kegiatan hari pertama turut diselingi ice breaking, orasi, puisi, menyanyi, yel-yel, serta presentasi kelompok mini project untuk membangun interaksi, kreativitas, dan kekompakan mahasiswa baru.
Antusiasme mahasiswa baru saat menyimak rangkaian materi
Antusiasme mahasiswa baru saat menyimak rangkaian materi

Wakil Bupati Majene Beri Motivasi dan Paparkan Prospek Sektor Peternakan dan Perikanan

Rangkaian hari kedua, Jumat, 14 Agustus 2026, dimulai dengan sesi paralel pengenalan laboratorium Peternakan dan Perikanan. Mahasiswa diajak mengenal secara langsung fasilitas laboratorium yang nantinya menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran, praktikum, dan penelitian selama menempuh pendidikan di Fapetkan.

Salah satu agenda utama pada hari kedua adalah kehadiran Wakil Bupati Majene, Dr. Hj. Andi Ritamariani, M.Pd., sebagai narasumber PKKMB.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Majene membawakan materi bertajuk “Peluang dan Prospek Pengembangan Sektor Peternakan dan Perikanan di Kabupaten Majene dalam Mendukung Pembangunan Daerah dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat.”

Kehadiran Wakil Bupati menjadi implementasi semangat kolaborasi yang terus dibangun Fapetkan dengan pemerintah daerah. Melalui materi tersebut, mahasiswa baru diperkenalkan sejak awal dengan potensi nyata sektor peternakan dan perikanan serta peluang kontribusi mereka setelah menyelesaikan pendidikan.

Sesi foto bersama Wakil Bupati Majene bersama jajaran pimpinan, dosen, dan mahasiswa baru Fapetkan Unsulbar
Sesi foto bersama Wakil Bupati Majene bersama jajaran pimpinan, dosen, dan mahasiswa baru Fapetkan Unsulbar

Dalam pemaparannya, Andi Ritamariani menjelaskan berbagai potensi sektor kelautan dan perikanan Kabupaten Majene. Produksi perikanan tangkap tercatat mengalami tren positif, dari 7.830 ton menjadi 9.435,9 ton. Sementara volume produksi perikanan budidaya tercatat sebesar 801 ton, dengan komoditas antara lain bandeng dan udang air payau. Tingkat konsumsi ikan masyarakat Majene berada pada kisaran 43 kilogram per orang per tahun.

Pemerintah Kabupaten Majene juga menempatkan pengembangan sektor perikanan sebagai salah satu bagian penting dalam mendorong kemandirian ekonomi daerah melalui optimalisasi pengelolaan sumber daya alam yang berwawasan lingkungan.

Sejumlah langkah strategis diarahkan pada pemberian stimulus sarana dan prasarana penangkapan ikan ramah lingkungan bagi nelayan kecil, modernisasi armada, pengembangan

infrastruktur rantai dingin atau cold chain, optimalisasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan cold storage, serta pemberdayaan kelembagaan nelayan.

Selain itu, pemerintah daerah mendorong peningkatan fasilitas sarana penangkapan dan budidaya, bimbingan teknis peningkatan produktivitas, rehabilitasi saluran tambak dan fasilitas pembenihan, serta optimalisasi pelabuhan perikanan seperti PPP Banggae dan PPI Palipi.

Meski memiliki potensi besar, sektor tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari fluktuasi produksi akibat musim dan cuaca ekstrem di Selat Makassar, kesenjangan sarana pendukung, keterbatasan teknologi navigasi pada nelayan tradisional, hingga belum optimalnya hilirisasi dan industri pengolahan ikan berskala besar.

Karena itu, transformasi digital, revitalisasi sektor budidaya, diversifikasi komoditas, penguatan hilirisasi serta sinergi tata ruang laut dan pesisir menjadi bagian dari prospek pengembangan sektor tersebut ke depan.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi dan lembaga keuangan juga dinilai menjadi salah satu kunci dalam membangun kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan nelayan di Kabupaten Majene.

Pesan tersebut sejalan dengan semangat yang disampaikan Dekan Fapetkan mengenai pentingnya membangun jejaring dan kolaborasi.

“Intinya harus berkolaborasi. Tidak akan hebat seseorang kalau tidak berkolaborasi. Jangan hanya hebat di lingkungan sendiri, kita harus memperlihatkan kepada orang lain bahwa kita punya jaringan,” ujar Prof. Sitti Nurani.

Mahasiswa Dikenalkan dengan Organisasi dan Program Studi

Selain mendapatkan materi dari Wakil Bupati Majene, mahasiswa baru pada hari kedua diperkenalkan dengan berbagai lembaga kemahasiswaan di lingkungan fakultas.

Sesi tersebut menghadirkan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Himpunan Mahasiswa Peternakan, Himpunan Mahasiswa Perikanan, serta UKM Sandeq Diving Club. Pengenalan organisasi diharapkan memberikan gambaran kepada mahasiswa baru mengenai ruang pengembangan minat, bakat, kepemimpinan dan kemampuan berorganisasi selama berada di kampus.

Mahasiswa kemudian mengikuti sesi paralel berdasarkan program studi masing-masing, yaitu Peternakan, Akuakultur, Perikanan Tangkap, dan Sumber Daya Akuatik. Melalui sesi ini, mahasiswa memperoleh pengenalan lebih mendalam mengenai program studi dan lingkungan akademik yang akan menjadi tempat mereka menempuh pendidikan.

Rangkaian hari kedua dilanjutkan dengan ice breaking, presentasi mini project, serta seremoni penutupan rangkaian utama PKKMB.

Hari Ketiga Ditutup dengan Aksi Bersih Pantai

PKKMB Fapetkan Unsulbar 2026 tidak hanya memberikan pengenalan mengenai kehidupan akademik dan organisasi, tetapi juga menanamkan kepedulian terhadap lingkungan.

Pada hari ketiga, Sabtu, 15 Agustus 2026, seluruh peserta mengikuti aksi bersih pantai sebagai bentuk implementasi kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan pesisir.

Kegiatan diawali dengan persiapan peserta dan pembagian perlengkapan, kemudian dilanjutkan sambutan Dekan Fapetkan. Panitia memberikan arahan mengenai pembagian transek, mekanisme pemilahan sampah, serta pengumpulan data sebelum seluruh peserta melaksanakan aksi bersih pantai.

Sampah yang terkumpul kemudian dipilah dan didata. Rangkaian kegiatan ditutup dengan foto bersama serta penyerahan hadiah dan sertifikat.

Aksi tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa mahasiswa Fakultas Peternakan dan Perikanan tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan, khususnya terhadap keberlanjutan sumber daya pesisir dan perairan.

Bangun Generasi Fapetkan Menuju Indonesia Emas 2045

Pelaksanaan PKKMB selama tiga hari dirancang tidak sekadar menjadi kegiatan penyambutan mahasiswa baru. Berbagai materi akademik, pengenalan fasilitas, organisasi kemahasiswaan, motivasi dari pemerintah daerah, mini project, hingga aksi lingkungan menjadi bagian dari proses awal membentuk karakter mahasiswa Fapetkan.

Hal tersebut sejalan dengan tujuan PKKMB untuk menumbuhkan semangat inovasi, adaptasi dan integritas, memperkuat nilai-nilai lokal Malaqbiq, mempersiapkan mahasiswa mengikuti perkuliahan, membangun jejaring sosial dan kebersamaan, serta meningkatkan kesadaran mahasiswa mengenai peran strategis sektor peternakan dan perikanan dalam pembangunan nasional.

Melalui PKKMB 2026, Fapetkan Unsulbar berharap mahasiswa baru tidak hanya mampu meraih prestasi akademik, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang kreatif, berintegritas, profesional, mampu berkolaborasi, serta tetap menjunjung nilai-nilai luhur Mandar.

Semangat tersebut menjadi fondasi Fapetkan dalam mempersiapkan sumber daya manusia bidang peternakan dan perikanan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Bagikan Artikel